Banner
Login Member
Username:
Password :
Jajak Pendapat
No Poles setup.
Statistik

Total Hits : 175901
Pengunjung : 61433
Hari ini :
Hits hari ini : 124
Member Online : 0
IP : 34.228.115.216
Proxy : -
Browser : Opera Mini
:: Kontak Admin ::

hyudie_mutty    nunu_numan
Agenda
17 February 2019
M
S
S
R
K
J
S
27
28
29
30
31
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
1
2
3
4
5
6
7
8
9

CATATAN SISWA : PERJALANAN WISATA DAN KUNJUNGAN KAMPUS 2018

Tanggal : 01/13/2019, 23:22:32, dibaca 77 kali.
Program tahunan yang bertajuk Studi Wisata dan Kunjungan Kampus 2018, berlangsung dari Ahad sampai dengan Jumat (11-16/11/2018), dengan kota tujuan Yogyakarta dan Malang, diikuti oleh 308 siswa kelas XI dan 19 pembimbing. Menggunakan bus Desiana. Kampus yang dikunjungi: UGM, UNY (museum pendidikan), dan Universitas Brawijaya Malang. Apapun destinasi wisatanya antara lain: Kawasan Malioboro, Bromo, Air Terjun Coban Rondo, dan Museun Angkut. Di sela perjalanan tentu saja ada wisata kuliner. Bahkan ada siswa yang mengaku capek karena makan melulu.
Ada 16 siswa yang dari awal bersedia menuliskan perjalanan sesuai bagiannya masing-masing. Namun sayang hanya empat yakni TARISYA, HAMIDAH, MARISKA, DAN UMI yang berkomitmen dan mampu menyelesaikan tulisannya. Daripada dibuang, sayang, berikut ini tulisan mereka. Selamat melanjutkan membaca!

Berlibur Ke Yogyakarta
Oleh: Tarisya Ramadhan

Minggu (11/11/2018,09.00 WIB) sebagian siswa kelas XI yang mengikuti tur studi Yogyakarta-Malang berkumpul di halaman GOR Periuk, dan sebagian yang lain berkumpul di seberang timur SMAN 15, sesuai dengan jatah busnya. Masing-masing telah mempersiapkan segala sesuatunya dari rumah, seperti beberapa pakaian, jaket, makanan ringan, dan obat. Pengabsenan pun dilakukan agar tidak ada peserta yang ketinggalan.
Pukul 10.00, berdoa bersama dilakukan untuk keselamatan berama.
Bus pun melaju. AC berfungsi dengan baik. Udara dalam bus adem. Anak-anak kelas XI IPS 2 ada yang tidur, ada pula menyanyi, memainkan handphone, dan bercerita riang.
Ketika semua hening tiba-tiba ada seseorang yang berteriak, ternyata wana dia ketakukan karena di hordengnya ada cicak dan yang lainnya pun ikutan berteriak karena ketakukan juga. Setelah cicak itu pergi entah kemana aku dan teman-teman pun tertawa karena tingkah wana yang sangat ketakukan sampai ingin pindah tempat duduk. Akhirnya suasana pun hening kembali, aku dan teman di sebelah aku hanya memainkan ponsel dan memakan cemilan yang kami bawa masing-masing. Aku pun tertidur pulas mungkin karena semalam aku ngantuk tidak Busa tidur akibat terlalu bersemangat ingin cepat cepat berangkat.
Pada pukul 13.00 WIB kami pun sampai di rest area 39 di daerah bekasi untuk isoma, dan kebetulan saat itu juga aku ingin buang air kecil. aku dan teman-teman pergi ke toilet untuk buang air kecil. pada saat jalan mungkin karena lantainya terlalu licin dan kotor aku pun ingin terpleset untungnya ada wana yang menggenggam tangan ku jadinya tidak jadi jatoh. Kamar mandinya terlalu kecil jadinya kami harus menunggu orang yang di dalamnya selesai. Akhirnya yang di dalamnya pun selesai aku masuk dan membuang air kecil setelah lega aku pun keluar dan menunggu teman ku yang ingin buang air kecil juga. Sedangkan yang lainnya sudah sholat dzuhur aku pun kembali ke Bus dan mengambil makanan yang telah di sediakan panitia. Aku pun membawanya ke tempat duduk yang ada di indomaret.
Aku pun membuka isi nasi box dan ternyata isinya adalah ayam goreng yang lumayan besar dan tidak lupa ada buah dan sayurannya juga, aku pun memakan nasi boxnya hingga aBus sembari bercerita bersama teman-teman ku.
Setelah aBus sudah nasi boxnya aku pun memasuki indomaret dan membeli minuman, tidak sengaja aku pun melihat pop corn kesukaan ku dan akhirnya aku pun memutuskan untuk membelinya. Setelah selesai semua aku pun kembali ke tempat duduk dan ngobrol sebentar sebelum berangkat lagi menuju Yogyakarta.
Ketika semuanya selesai kami pun kembali lagi ke Bus dan duduk di Bus masing masing dan tidak lupa seperti biasanya pembimbing kami pun mengabsen kembali anak anak murid kelas xi ips 2. Semuanya telah masuk Bus akhirnya pun kita melanjutkan perjalanan ke tempat berikutnya.

***

Hari Kedua
Oleh : Hamidah Fauziyyah

Pukul 04.30 sore, bus terparkir dilapangan luas rest area KM 207 tepatnya di Tol Palikanci. Aku serta teman-temanku turun dari bus untuk melakukan segala keperluan kami. Ada yang pergi ke kamar kecil untuk bersih-bersih, sekedar berfoto-foto di area taman yang ditumbuhi banyak pohon cemara, makan malam di Restoran Pringsewu, sholat berjama’ah dan sebagainya. Hingga akhirnya, mesin bus kembali dinyalakan. Kami bertolak dari rest area pukul 08.00 malam untuk melanjutkan perjalanan menuju Yogykarta.
Sepanjang perjalanan, aku mengisi waktu untuk tidur, sedangkan teman-temanku ada yang memilih menonton film, main mobile legend, nge-Live instagram, galau, dan sebagainya. Pukul 11.00 malam, aku membuka mata, dan menyadari bahwa bus sudah terparkir di rest area. Aku turun dari bus untuk sekedar pergi ke toilet, membeli sebungkus roti, dan melihat sekilas pertunjukan musik yang dinyanyikan oleh 2 orang biduanita.
Yang menarik di rest area ini adalah, terdapat seekor ikan arapaima gigas di kolam besar yang berada tepat di depan teras toilet. Ikan ini merupakan sejenis predator bertubuh besar. Namun, tidak berbahaya bagi manusia, karena belum ada laporan spesies ikan ini memakan manusia, hihi. Di rest area ini juga terpampang sebuah peta Jawa Tengah. Ternyata kami sudah berada di Brebes, berarti perjalanan menuju Yogyakarta sudah tidak lama lagi. Bus berhenti hanya sebentar, dan kami kembali melanjutkan perjalanan.
Sekitar 4 jam perjalanan, pukul 04.00 dini hari, kami sampai di Rumah Makan Bale Dono. Sebagian siswa masih tertidur pulas, sebagian yang lain menyiapkan peralatan mandi dan turun menuju toilet. Toilet di sini jumlahnya 10 Toilet untuk wanita, sehingga yang mengantre juga tidak terlalu panjang. Dengan membayar uang kebersihan 2000 rupiah, kita sudah mendapatkan toliet yang bersih dan nyaman, serta airnya yang dingin dan deras serasa di rumah sendiri. Setelah bersih-bersih, kami melaksanakan Sholat Shubuh secara bergantian karena mushola di sini kapasitasnya tidak memadai.
Mentari mulai menampakkan keberadaannya. Waktu sudah menunjukkan pukul 06.00 pagi, kami semua berjalan menuju rumah makan untuk sarapan pagi bersama. Dengan konsep prasmanan, semua mengantre untuk mendapatkan makanannya masing-masing. Menu yang disajikan beragam, dan rasanya lezat juga sehat, tak heran jika beberapa seniman di Indonesia pernah berkunjung ke rumah makan yang berada di rest area perbatasan provinsi Jawa Tengah dengan Daerah Istimewa Yogyakarta ini. Terlihat dari tanda tangan mereka yang terpampang di dinding rumah makan. Seperti Trio Macam, Cinta Laura, dan beberapa tokoh lainnya yang aku lupa siapa saja orangnya tapi lihat tanda tangan mereka di sebuah figura.
Setelah energi kembali terisi, sekitar pukul 07.00 pagi, kami melanjutkan perjalanan menuju sebuah universitas ternama di Indonesia yang menjadi objek kunjungan kampus pertama kami dengan jarak 17,1 KM dengan rumah makan yaitu, Universitas Gadjah Mada
Senang. Itu yang aku rasakan saat ini karena berada di daerah yang seharusnya di bangku SMA ini aku sekolah di sini, tapi gagal karena bukan jodoh -,-. Daerah Istimewa Yogyakarta atau yang biasa di singkat dengan DIY dan lebih banyak dikenal dengan “Jogja Istimewa” memang menawarkan berbagai macam hal menarik yang Busa dinikmati oleh siapapun yang berkunjung. Mulai dari tempat wisata yang jumlahnya puluhan, makanan khas yang identik dengan rasa manis, budaya, peninggalan sejarahnya dan segala apapun yang tidak Busa kulupakan dan selalu kurindukan sehingga daerah ini aku jadikan sebagai provinsi impian. Hehe.
Kota Jogja, itu ibu kotanya. Dijuluki dengan “Kota Pelajar”. Kenapa? Karena kota ini merupakan kota dengan universitas terbanyak di Indonesia. Sekitar 60 universitas dengan fasilitas-fasilitas yang sangat baik ada di sini. Selain itu, biaya hidup yang murah serta banyak tempat wisata yang cocok untuk kalangan pelajar, membuat tarik minat pelajar dari luar daerah untuk kuliah di sini.
Sepanjang perjalanan, banyak kutemukan hotel-hotel mewah, gedung-gedung menjulang tinggi, masjid-masjid indah nan megah, bioskop, mall, dan sebagainya. Oh iya, selama perjalanan kami beberapa kali melewati traffic light. Lampu merah di sini durasinya Busa sampe 100 detik, sedangkan lampu hijaunya hanya 15 detik. Mungkin sebagian orang yang tidak terbiasa akan heran, termasuk aku, hehe. Tapi, setelah aku menelusuri tentang hal itu di mbah google, ternyata traffic light di DIY dilengkapi dengan CCTV sehingga jika kepadatan terjadi, maka petugas akan melakukan pengaturan dengan cepat untuk mempercepat durasi lampu merah menjadi lampu hijau sehingga kepadatan terurai. Hal-hal di atas menunjukkan bahwa DIY telah mengikuti perkembangan zaman yang signifikan.
Selama diperjalanan, ada satu hal yang membuatku terharu disini, karena masih banyak nenek-nenek dan kakek-kakek (Jika dalam bahasa Jawa disebut Mbah) yang masih berusaha menyambung hidup dengan berjualan di pasar, menarik becak, memanggul beban yang berat dipanggulnya yang sudah tidak sekuat dulu. Menurut ku seharusnya mereka saat ini tinggal dirumah, beristirahat,menikmati hari tua, menunggu kiriman anak-anaknya yang sudah bekerja di kota. Mungki keinginan mereka juga begitu, tapi apalah, terkadang ekspektasi tidak sesuai dengan realita, hihi.
Setelah melakukan perjalanan selama kurang lebih setengah jam, akhirnya kami sampai di kampus tujuan. Kampus pertama yang didirikan oleh Pemerintah Republik Indonesia setelah Indonesia merdeka ini, berdomisili di Sleman, Yogyakarta dengan luas 357 Hektar.
Sedikit informasi tentang Kampus ini, Universitas Gadjah Mada atau disingkat dengan UGM merupakan kampus yang memiliki 18 fakultas yang sebagian besar terdiri dari beberapa jurusan dan program studi. Beberapa jurusan diantaranya telah terakreditasi internasional bergengsi pertama di Indonesia. Tidak heran jika banyak calon Mahasiswa yang mendaftarkan diri mereka untuk Busa belajar disini. Selain itu, UGM telah mendapat beberapa peringkat internasional lainnya seperti Universitas dengan Sistem Penjaminan Mutu Terbaik di ASEAN bersama dengan National University of Singapore dan Chulalongkom University,serta peringkat 5 di Asia Tenggara versi Webometrics (2014).
Ratusan prestasi telah diraih oleh para mahasiswanya, yang tentu saja mengharumkan almamater dan Indonesia. Namun hal itu tidak didapatkan secara mudah. Butuh berbagai pengorbanan, keuletan, kegigihan, dan kreativitas yang tinggi.
Bus sudah terparkir. Kami turun menuju auditorium Grha Sabha Pramana yang merupakan ikon UGM. Auditorium ini memiliki puluhan anak tangga yang biasa dijadikan sebagai objek foto yang tidak boleh ketinggalan jika berkunjung ke kampus megah ini.
Kami diberi waktu hingga jam 08.30 untuk mendokumentasikan hasil kunjungan kampus. Setelah itu, kami dikumpupulkan untuk dibagi 2 kelompok berdasarkan jurusan. Jurusan IPA diarahkan menuju Fakultas Pertanian, sedangkan Jurusan IPS diarahkan menuju Fakultas Ilmu Budaya.
Saat berjalan menuju Auditorium Kamarijani - Soenjoto yang berada Fakultas Pertanian, kami melewati Fakultas lainnya, seperti Fakultas Ekonomi dan Busnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Banyak Fasilitas-fasilitas yang Busa ditemukan di sini. Salah satunya sepeda gratis yang diperbolehkan untuk dipakai siapa saja (warga dan pengunjung) agar mudah dalam menyusuri wilayah UGM yang megah ini.
Berada disini, belum ada gambaran dalam pikiranku untuk berkuliah. Masih belum jelas lulus SMA aku akan kemana dan akan menjadi apa nanti. Saat aku masih duduk di sekolah dasar, memang aku ingin Busa kuliah di sini. Itu karena UGM berada di DIY. Namun, setelah duduk di SMP aku hilangkan keinginan untuk kuliah di sini karena jika kuliah di sini bayar. Hihi !
Dan kami pun sampai di auditorium. Didalamnya sudah disediakan kursi yang tersusun rapi disebelah kanan dan kiri. Di sebelah kanan sudah diduduki oleh siswa sebuah SMA Islam yang berasal dari Jombang, Jawa Timur . Sehingga, kami duduk di kusi sebelah kiri yang sudah disediakan.
Sembari menunggu acara dimulai, aku melihat-lihat peserta yang ada. Ternyata peserta SMA dari Jombang seluruhnya laki-laki. Ada yang main hp, ngobrol dengan teman sebelahnya, tidur, dan sebagainya. Tiba-tiba dari sebelah kiri ada yang melempar kertas ke arah teman didepanku. Dalam pikiranku, “itu pasti dari mereka (siswa sma islam dari Jombang), yakali nyampah disini.” Akupun menyuruh teman di depanku untuk mengambil sampah kertas tersebut. Tak berapa lama, salah seorang dari mereka melempar kertas lagi, dan diambil lagi oleh temanku. Saat dibuka, ternyata ada sebuah pesan. Pesan tersebut dibaca oleh Bu Dian. Isinya…
Jam 09.00 pun tiba, acara dimulai.
Ngantuk. Itu adalah yang kurasakan pada saat itu, atau bahkan temanku yang lain merasakan hal yang sama. Ini adalah efek tidur yang tidak nyenyak selama perjalanan. Karena aku duduknya dipinggir barisan ketiga, terpaksa aku harus menahan kantukku ini. Menit demi menit, aku menunggu kapan acara ini selesai. Aku ngantuk. Akhirnya masuklah pada sesi tanya jawab yang merupakan inti acara.
Pertama kali yang dipersilahkan bertanya adalah Ketua OSIS. Sekolah di wakili oleh Dimas Fahrezi, dan SMA Jombang diwakili oleh Ketua OSIS mereka. Selanjutnya, selain Ketua OSIS boleh bertanya. Banyak teman-temanku dan siswa SMA Jombang yang berebut ingin maju kedepan untuk bertanya. Mereka mengajukan pertanyaan apa yang tidak mereka mengerti saat penjelasan. Akupun hanya diam menahan ngantuk yang tak terbendung lagi meskipun sudah cuci muka.
Pertanyaan demi pertanyaan diajukan. Dari mulai fasilitas yang ada, program beasiswa apa yang diadakan di UGM, hingga pertanyaan terakhir yaitu apakah seorang Hafizh Qur’an Busa masuk ke universitas ini tanpa di tes lagi. Satu persatu pertanyaan dijawab. Setelah sesi ini berakhir, selanjutnya sesi penyerahan kenang-kenangan. Dan acarapun selesai.
Kami keluar dari auditorium menuju pakiran Bus untuk melanjutkan kunjungan kampus ke Universitas Negeri Yogyakarta yang letaknya tidak jauh dari UGM. Berjalan menuju parkiran, sudah banyak Mahasiswa yang lewat menggunakan sepeda motornya, bahkan ada yang membawa mobil.
Dalam pikirku, mereka hebat, Busa kuliah di universitas yang telah melahirkan tokoh-tokoh penting di Indonesia. Pasti banyak yang mereka korbankan untuk Busa kuliah disini. Dari mulai waktu, tenaga, pikiran, hingga jarak yang memisahkan antara mereka dengan orangtua mereka. Mereka Hebat Busa kuliah disini karena mereka mampu mengalahkan ego mereka untuk tidak bermalas-malasan, untuk tidak tidur sepanjang waktu selama ada waktu luang, untuk tidak bermain game sepanjang hari. Mereka gunakan waktu dengan sebaik-baiknya. Mereka belajar dengan giat. Mereka bersungguh-sungguh ingin membahagiakan kedua orangtua, untuk membangun negaranya. Mereka berorientasi kedepan, ingin menjadi apa yang mereka inginkan. Mereka yakin, bahwa mereka Busa. Busa karena ada Sang Maha Penolong, Maha Penyayang.
Dari sana, akhirnya aku termotivasi untuk menjadi orang-orang yang Hebat seperti mereka. Tidak harus kuliah disana. Tapi, Hebat karena kehidupnya berorientasi kedepan, menyiapkan masa depan yang cemerlang.
Tak terasa, akhirnya sudah sampai diparkiran bus. Yang tadi pagi lapangan sedikit kendaraan, sekarang sudah penuh dengan kendaraan. Aku masuk ke dalam bus dan siap melanjutkan perjalanan ke Universitas Negeri Yogyakarta. Aku gunakan waktu sebaik-baiknya untuk… Tidur.

***
Belanja itu Asik
Oleh: Mariska, XI IPS 2

Perjalanan dari hotel Gowongan in Yogyakarta menuju pusat perbelanjaan itu sangat menyenangkan setelah sebelumnya kita cek in sekitar jam 07.30 pagi dan sarapan di hotel Gowongan in. Kita melihat begitu kerepotannya para siswa dan guru untuk memasukan koper kedalam Bus masing-masing karena begitu banyak barang yang dibawa yang dibeli malam harinya saat di Malioboro. Selama perjalanan ke pusat oleh-oleh Yogyakarta di Bus 2 di isi hanya dengan bercengkrama dengan sesama teman karena memang jarak dari hotel Gowongan in Yogyakarta itu dekat ke pusat oleh-oleh Yogyakarta. Dari hotel Gowongan in Yogyakarta itu hanya berjarak sekitar kurang lebih 15 menit dan itu memang sangat dekat. Di Bus 2 juga di isi dengan berkaraoke ria bersama-sama dan itu sangat seru bagi kami. Kami juga melihat tugu Yogyakarta saat sedang dalam perjalanan dan itu memang bagus di pandang walaupun hanya sekilas kami melihat karena posisi Bus yang sedang berjalan.
Pusat oleh-oleh Yogyakarta itu lebih jelasnya terletak di Jl. Laksda Adisucipto Km.11, Maguwoharjo, Depok, Kecamatan Depok, Karangploso, Maguwoharjo, Kec. Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Pusat oleh-oleh Yogyakarta itu sudah sering saya kunjungi jika saya pergi ke Yogyakarta karena tempat itu memiliki kelebihan tersendiri dari tem pat pusat oleh-oleh yang lainnya. Dilihat dari segi tempat pusat oleh-oleh ini menyediakan tempat parklir yang begitu luas dan sangat cocok untuk Bus yang biasa digunakan untuk anak sekolah yang sedang study tour sehingga mereka yang study tour pasti akan datang ke pusat oleh-oleh Bakpia 25 Bandara Jaya ini.
Pusat oleh-oleh itu menjual berbagai macam makanan khas dari Daerah Istimewa Yogyakarta seperti bakpia pathuk, Geplak, wingko babat dan lainnya.Aku pun membeli banyak oleh-oleh dari tempat itu diantaranya bakpia pathuk. Bakpia ditempat itu sangat laris karena rasanya yang enak dan merek dari bakpia itu sendiri sudah terkenal yaitu bakpia pathuk 25 harga dari bakpia pathuk inipun tidak begitu mahal dan sangat cocok untuk dijadikan oleh-oleh karena makanan itu tahan sekitar 2-3 bulan untuk bakpia kering dan tahan 6-7 hari untuk bakpia basah. Kata orang-orang memang bakpia pathuk 25 adalah bakpia terenak di Yogyakarta sehingga bagi orang-orang jika belum membeli oleh-oleh bakpia pathuk 25 itu berarti belum ke Yogyakarta.
Pusat oleh-oleh Yogyakarta Bakpia 25 Bandara Jaya ini buka setiap hari. Senin – kamis buka dari jam 08.00-21.30 sedangkan jum’at – minggu buka jam 08.00-22.00. Kami membeli berbagai macam makanan di pusat oleh-oleh Yogyakarta bakpia 25 Bandara Jaya namun yang paling dominan adalah bakpia pathuk dan wingko babat. Ada berbagai macam jenis kue oleh-oleh yang ada di Bakpia 25 Bandara Jaya ini yaitu seperti: angleng, getuk trio, wajik kletik, yangko aneka rasa, moachi wijen, geplak dan lainnya.
Kami sampai sekitar pukul 07.50 dan kami langsung membeli oleh-oleh dari bakpia 25 Bandara jaya. Kebanyakan dari kami membeli bakpia pathuk 25 di situ karena bakpia adalah makanan terkenal dari Yogyakarta yang wajib dan harus dibeli jika berkunjung ke Yogyakarta bakpia juga memiliki harga yang terjangkau untuk dijadikan oleh-oleh satu kotak bakpia berisi 15 memiliki harga Rp.30.000 dan satu kotak bakpia berisi 20 memiliki harga Rp.40.000.
Selain bakpia wingko babat pun laris dibeli karena rasanya yang gurih dan enak satu kantung wingko babat memiliki harga sekitar Rp.30.000. selain itu rata-rata orang juga membeli yangko, yangko ini terbuat dari tepung ketan yang dipadukan dengan rasa manis. Kue yangko dijual dengan harga yang cukup bervariatif sekitar Rp.8.000 – Rp.10.000 perkotak yang berisi 30 yangko. Yangko ini berbentuk kotak kecil dan berwarna warni. Ada juga geplak makanan ini adalah makanan khas kota bantul Yogyakarta. Geplak biasa dibuat dengan campuran tepung beras dan gula jawa sehingga menghasilkan rasa manis karena rasa manis inilah yang membuat gaplak laris dibeli oleh kami. Geplak juga memiliki harga yang murah hanya sekitar Rp.15.000 per kilo gram nya. Keripik bayam juga salabh satu jajanan khas Yoghyakarta yang banyak kami bli karena harganya yang murah hanya Rp.15.000 per kantong nya membuat kami para pelajar membeli keripik bayam yang memang sudah terkenal enak itu. Selain keripik bayam ada juga keripik jamur yang kami beli keripik jamur ini memiliki harga yang sama dengan keripik bayam yaitu Rp.15.000. Getuk trio adalah salah satu makanan khas Yogyakarta yang laris kami beli harganya hanya sekitar Rp.35.000 getuk trio ini dibuat dari campuran singkong dengan kelapa parut. Barang-barang itu kita beli karena rasanya yang enak dan harganya yang murah dan rata-rata barang-barang itu juag merupakan barang titipan yang dipinta oleh orang tua ataupun sanak saudara. Masing-masing siswa ataupun guru membeli barang yang beragam namun rata-rata siswa ataupun guru membeli barang dengan jumlah harga lebih dari Rp.50.000 walaupun ada juga yang hanya membeli dibawah harga itu karena pilihan barang yang beragam membuat seseorang membeli juga barang yang beragam dari pusat oleh-oleh Yogyakarta bakpia 25 Bandara Jaya ini. Bahkan tak sedikit yang membeli bakpia hingga dimasukan ke dalam dus. Barang-barang yang dibeli langsung dimasukan ke bagasi Bus masing-masing.
Setelah membeli barang di pusat oleh-oleh Yogyakarta bakpia 25 Bandara Jaya kebanyakan siswa langsung membelinSelain membeli jajanan somay, baso tusuk, dan es untuk dijadikan makanan untuk menyemil. Harga somay itu sangat murah bagi kami seorang pelajar hanya Rp.5000 untuk satu kantung plastik somay. Somay ini banyak dibeli oleh kami karena letaknya yang dekat dengan pusat oleh-oleh bakpia 25 Bandara Jaya itu hanya terletak disamping bakpia 25 Bandara Jaya. Selain somay kami juga berbondong bondong membeli baso tusuk dan juga cilok. Menurut kami baik somay, cilok, baso tusuk ini memiliki rasa yang enak dan lezat dan memiliki rasa yang beda dari somay, cilok dan baso tusuk di Tangerang. Es teh manis juga salah satu tujuan kita untuk membeli jajanan di tempat jajanan samping bakpia 25 Bandara Jaya ini karena satu gelas es teh manis ini hanya berkisar Rp.3.000 saja sehingga sangat murah bagi kami. Tak sedikit para siswa yang membeli hinga dua bungkus somay karena rasanya yang gurih serta lezat dan harganya yang masih murah. Bahkan aku sendiripun membeli hingga dua bungkus somay begitu juga teman-teman ku yang membeli cilok dan es. Bahkan para pedagang itu langsung ramai dan jika ingin membeli harus mengantri sekitar 10 menit.
Kami menghaBuskan waktu kurang lebih 1 jam di Pusat oleh-oleh Yogyakarta bakpia 25 Bandara Jaya ini. Makanan oleh-oleh khas Yogyakrta sudah kami beli disini. Pengunjung yang datang kesini pun Busa dibilang banyak bahkan saat kami di tempat itu ada sekitar lima mobil pribadi yang sedang terparkir di tempat itu dan sedang berbelanja di tempat itu. Rata-rata dari pemilik mobil pribadi itu membeli bakpia pathuk 25 yang memang terkenal enak ditempat ini.
Dari beberapa Bus satu rombongan kami, memang tidak semua yang berbelanja di pusat oleh-oleh Yogyakarta bakpia 25 Bandara jaya ada beberapa yang memang sudah berbelanja di malioboro saat malam harinya sehingga mereka hanya jajan di sekitar pusat oleh-oleh Yogyakarta bakpia 25 Bandara Jaya ini. Hal yang saya lihat yaitu orang-orang yang setelah membeli oleh-oleh mereka duduk di tangga masuk di pusat oleh-oleh itu padahal ada larangan untuk duduk di tangga masuk itu karena dianggap mengganggu konsumen atau pembeli yang akan masuk ke tempat itu. Ditempat itu juga disediakan wc umum atau toilet umum yang harus membayar sekitar Rp.2000. Selama 1 jam itu kami diperbolehkan bebas baik jajan disekitar pusat oleh-oleh itu ataupun ke kamar kecil atau toilet.
Aku pun sempat untuk ke kamar mandi sebelummelanjutkan perjalanan kembali. Aku juga membeli dua bungkus siomay dan satu gelas es teh manis. Teman-teman ku juga membeli satu bungkus cilok ada juga yang membeli dua bungkus siomay sama sepertiku. Dalam menu siomay ada banyak pilihan aelain siomay nya. Ada juga tahu siomay yaitu tahu yang berisi siomay ada juga pangsit ada juga telur rebus. Satu porsi telur rebus dengan siomay memiliki harga Rp.10.000.
Kami begitu menikmati saat datang ke pusat oleh-oleh Yogyakarta bakpia 25 Bandara Jaya ini karena banyak makanan dan jajanan yang menjadi destinasi untuk kita beli sebagai oleh-oleh. Walaupun pasti rata-rata makanan adalah titipan orang rumah yang dipinta. Aku juga tidak lupa untuk selalu meminimalisir uang jajan yang aku punya agar tidak haBus untuk berbelanja disini saja karena setelah pusat oleh-oleh ini kita akan lanjut ke tempat berikutnya. Tempat berikut nya yaitu kita akan ke gunung Bromo sebagai tempat rekreasinya. Sehingga kita akan melanjutkan perjalanan menuju Solo hingga sampai ke gunung Bromo.
Bagi kami waktu satu jam di tempat itu memang sangat kurang. Namun karena kita mengejar waktu kita harus buru-buru untuk melanjutkan perjalanan. Satu jam itu kita gunakan sangat baik dan sangat produktif baik untuk ke kamar mandi maupun untuk membeli oleh-oleh dan juga jajan.
Aku sangat bahagia Busa berbelanja di pusat oleh-oleh Yogyakarta bakpia 25 Bandara Jaya karena ditempat itu barang nya lengkap harga nya pun murah pelayanan dari tokonya juga amah sehingga membuat konsumen betah berbelanja di tempat itu dan pasti akan kembali lagi ke pusat oleh-oleh itu jika konsumen merasakan kenyamanan dari toko pusat oleh-oleh Yogyakarta bakpia 25 Bandara Jaya. Aku pasti akan kembali lagi ketempat itu setiap berbelanja oleh-oleh karena ditempat itu aku merasa aman dan nyaman saat berbelanja.

***
Bromo Itu Indah
Oleh: Umi, XI IPS 2

Pada pukul 02.00 dini hari semua siswa turun di RM Bromo Asri untuk mengganti bus, sebelumnya sudah diberi tahu untuk membagi 12 orang perkelompok untuk memasuki bus kecil atau sebut saja tayo hehehe untuk pergi perjalanan ke gunung Bromo setelah turun semua siswa/i di anjurkan untuk wudhu terlebih dahulu karena sampe puncaknya Busa sampe subuh atau tayamum di mobil dan banyak yang berjualan di RM Bromo asri barang barang untuk ke di Bromo seperti kuplik,sapu tangan,masker,dll. Setelah itu kita di beri pengumuman kembali ternyata 1 mobil 15 orang jadi ada yang kewalahan karena mencari anggota yang kurang karena kalau tidak lengkap tidak diperbolehkan untuk naik Bus tersebut. Dan kita juga di beri arahan untuk di Bromo. Setelah itu perkelompok memasuki Bus kecil dan perjalanan sekitar 2 jam udaranya sangat sejuk,angin sepoi sepoi, semakin nanjak semakin dingin,semakin bau aneh aneh seperti bau belerang,perjalanan yang berliku liku,gelap sekali dan disitu kalau kita sedang mempunya wudhu kita harus menahan rasa ngantuk agar tidak tidur karena jika tidur wudhu kita akan batal.
Setelah perjalanan 2 jam ternyata kita belum sampai di gunung Bromo kita harus nanjak keatas untuk melihat matahari terbit padahal pada hari itu cuaca tidak mendukung karena haBus hujan perjalanan nanjak keatas untuk melihat matahari terbit lumayan pegal dan kita harus menyalakan senter hp kita karena benar benar gelap sekali dan cuaca yang sangat dingin setelah jalan beberapa menit akhirnya kita sampai dan disana banyak sekali yang berjualan seperti kopi,bakso,sapu tangan,topi,dll untuk menutupi rasa dingin dan setelah kita menunggu lumayan lama diatas ternyata kita tidak Busa melihat matahari terbit yang kita lihat hanya kabut yang begitu tebal samping kanan kiri kita jurang karena tertutup oleh kabut jurang tersebut tidak terlihat dan kita diberi tahu agar berhati hati karena samping kanan kiri jurang agar kita tidak jatuh.
Setelah itu kita turun kembali untuk makan pagi dengan cuaca yang dingin membuat kita ingin buang air kecil saat turun ada 2 kamar mandi dan disitu kita harus mengantri karena bergantian,kamar mandinya kumuh,air nya tidak jernih dan sangat dingin.setelah itu kita diberi makan box untuk makan pagi,setelah makan kita pergi ke gunung Bromo menaiki mobil jib di dalam mobil tersebut harus berjumlah 8 orang. Lalu,kita berangkat ke gunung Bromo sekitar 15 menit jalanan Bromo yang tidak teratur membuat teriak teriak mungkin karena takut atau malah senang?dan memrekam suasana jalanan yang tidak Busa kita dapatkan di daerah tangerang
Setelah sampai di Bromo.Lalu,kita turun dan kalian harus tau? sungguh indah sekali gunung Bromo tersebut yang biasanya kita melihat hanya di instagram/gambar gambar sekarang kita Busa merasakan keindahan gunung Bromo tersebut dan udara yang sangat sejuk,bikin nyaman. Tetapi ada hal yang tidak nyaman di pasirnya banyak sekali kotoran kuda jadi kita harus berhati hati jika ingin berjalan jalan. Siswa/i langsung berfoto foto,senang senang,rasa capenya mungkin sudah terpenuhi. Sampai di suruh berkumpul untuk dokumentasi malah tidak di gubris jadi hanya setengah siswa yang ikut dokumentasi foto dan vidio.
Setelah itu kita bebas berkeliling yang penting jam 9/set10 kita kumpul kembali untuk menuju ketempat semula.
Banyak yang menghaBuskan untuk menanjak puncak Bromo. Disini saya akan menceritakan sedikit ada apa saja sih di puncak Bromo/kawah Bromo itu?
Sebelum kita nanjak ke kawah Bromo kita harus jalan dahulu dari tempat berhentinya jip tetapi jangan takut jika kalian tidak ngin pegal/ capek kalian Busa menaiki kuda untuk menaiki ke puncak Bromo waktu itu ditawarin sekitar 75000 untuk naik ke kawah nya. Tetapi,lebih baik jalan bareng bareng agar tidak merasakan capek dan punya rasa puas tersendiri
Saat kita nanjak sekitar jam set 8 karena kita masih mempunyai waktu yang lumayan banyak untuk melihat lihat diatas dan kita melewati langkah langkahnya. Dan ketika ada kuda lewat kita akan panik karena kudanya berlari dengan kencang.kita nanjak melewati anak tangga yang sangat banyak sekali jadi jangan heran banyak orang yang tidak kuat sampai puncak kawah Bromo kita juga harus berhati hati dikhawatirkan kita terjungkal ke bawah. Ketika sudah sampai tengah anak tangga pasti sudah merasa lelah tetapi sayang kalau kita kembali lagi kebawah. Sebelum sampai puncak agar rasa lelah tergantikan diganti dengan berfoto foto karena sport fotonya juga bagus,dan kita melanjutkan naik agar sampai puncak kawah Bromonya setelah sampai. Sangat luar biasa bagus dan kawahnya ada suara bergemuruh karena masih aktif dan bau nya lumayan menyengat setelah itu biasanya yang tidak kuat dengan keadaan seperti ini langsung mengalami pilek dan batuk.
Dan setelah puas berfoto foto kita langsung turun kembali dan kita harus menyiapi tenaga untuk turun karena butuh energi yang banyak juga untuk turun dan jalan menuju jip nya karena akan cape sekali.
Kita akhirnya kembali ke tempat sebelumnya yaitu rumah makan Bromo Asri yang jaraknya sekitar 42 km keutara.[]




Pengirim: Paus






Kembali ke Atas


Berita Lainnya :
 Silahkan Isi Komentar dari tulisan berita diatas
Nama
E-mail
Komentar

Kode Verifikasi
                

Komentar :


   Kembali ke Atas